Jangan Asal Berdoa di Depan Ka’bah! Ini Panduan Munajat di Multazam, Maqam Ibrahim dan Hijir Ismail
Berada di dapan Ka’bah merupakan sebuah impian untuk jutaan umat Islam. Bagi jamaah haji dan umrah, kesempatan berada di Masjidil haram tentunya ingin dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk beribadah, berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun masih banyak jamaah yang belum mengetahui kalau di sekitar Ka’bah terdapat sejumlah tempat yang memiliki keistimewaan untuk beribadah. Diantaranya adalah Multazam, Maqam Ibrahim dan Hijir Ismail.
Multazam
Multazam
adalah tempat untuk mencurahkan isi hati kepada Allah SWT. Bagi jamaah yang
sedang berada di Masjidil Haram, Multazam merupakan suatu lokasi yang Istimewa
umtuk bermunajat. Munajat adalah mencurahkan isi hati, berserah diri dan
mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dimanakah
Letak Multazam?
Multazam
berada di antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah. Banyak jamaah memanfaatkan
tempat ini untuk memanjatkan doa dan menyampaikan segala harapan kepada Allah
SWT.
Bolehkan
Menempelkan Badan di Multazam?
Hukumnya
sunnah, apabila kondisi memungkinkan jamaah dapat merapatkan badan ke Multazam.
Namun apabila kondisi penuh jamaah tidak perlu memaksakan diri. Jamaah dapat
berdoa di depan Multazam atau di tempat yang searah dengan Multazam supaya
tidak mengganggu kekhusyukan jamaah lain.
Kapan
Waktu yang Dianjurkan?
Munajat di Multazam disunnahkan setelah selesai thawaf. Meski demikian, munajat juga dapat dilakukan kapan saja Ketika kondisi memungkinkan.
Maqam
Ibrahim Bukan Sekedar Batu Bersejarah
Selain Multazam, ada Maqam Ibrahim, yaitu tempat yang memiliki kaitan erat dengan sejarah Pembangunan Ka’bah oleh Nabi Ibrahim AS. Maqam Ibrahim merupakan batu tempat berpijak Nabi Ibrahim AS Ketika membangun Ka’bah.
Dimanakah
Letak Maqam Ibrahim
Letaknya
beradaa di antara Rukun Aswad dan Rukun Syami. Maqam tersebut berbentuk seperti
sangkar dan di atas batu terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS.
Apakah
Bisa Shalat di Belakang Maqam Ibrahim?
Bisa, jamaah dapat melaksanakan shalat sunnah thawaf dan berdoa di belakang Maqam Ibrahim. Shalat sunnah tersebut dilakukan setelah jamaah menyelesaikan thawaf. Namun jika waktu shalat fardhu telah tiba, jamaah hendaknya mendahulukan shalat fardu. Jika posisi tepat di belakang Maqam Ibrahim penuh jamaah juga tidak perlu memaksakan.
Hijir
Ismail
Hijir
Ismail merupakan bagian dari bangunan Ka’bah yang terletak di antara Rukun
Syami dan Rukun Iraqi. Kawasan ini ditandai dengan tembok yang berbentuk
setengah lingkaran. Hijir Ismail juga dikenal sebagai salah satu tempat yang
mustajab untuk berdoa. Di tempat ini jamaah dapat melakukan berbagai ibadah,
seperti shalat sunnah, berdzikir dan berdoa.
Apakah
Shalat di Hijir Ismail Berkaitan dengan Thawaf?
Tidak,
shalat sunnah di dalam Hijir Ismail dapat dilakukan kapan saja, dengan tetap
memperhatikan waktu-waktu yang tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shalat.
Apa
Keutamaan Shalat di Hijir Ismail?
Shalat di Hijir Ismail memiliki keutamaan yang sama dengan shalat di dalam Ka’bah.
Jangan
Memaksakan Diri Demi Menyentuh Ka’bah
Sumber : Buku Tuntunan manasik Haji & Umroh
Tinggalkan komentar Anda disini
Email Anda tidak akan kami publish. Form bertanda * harus diisi